Keraguanku
Awal bertemu dengannya aku sama sekali tidak memiliki perasaan suka terhadapnya. Aku hanya menganggap dia sebagai teman sekelasku. Tapi entah kenapa perasaan itu berubah menjadi rasa kagum dan terus menerus tumbuh menjadi rasa suka dan sayang terhadapmu. Mungkin dengan ini Tuhan menghadirkan cinta untukku, perlahan tapi pasti.
Semenjak rasa itu tumbuh aku dan dia mulai dekat, kami lebih sering bersama. Aku hanya bisa memendam perasaanku seorang diri. Aku tidak ingin orang lain mengetahuinya. Aku juga tidk tahu bagaimana perasaannya terhadapku. Apakah dia juga merasakan apa yang aku rasakan? Hanya pertanyaan itu yang ada di benakku saat ini.
Seiring dengan berjalannya waktu aku mulai menemukan jawabannya. Ternyata dia juga memiliki rasa yang sama sepertiku, dia menyukaiku, dia juga sayang kepadaku. Semuanya dia katakan dihadapanku pada malam itu. Aku sangat senang dan akhirnya kami membuat komitmen untuk bersama.
Selasa pagi kami awali hari dengan semangat untuk melakukan ujian praktek. Kami baik-baik saja tetapi tiba-tiba aku sangat kesal olehnya. Aku tak tahu mengapa aku begitu kesal dengannya. Apa karena aku cemburu olehnya? Apa ini yang dinamakan rasa cemburu? Apakah rasa cemburu ini mulai ada? Aku hanya bisa terdiam dan menahan rasa kesalku. Aku mencoba melawan rasa cemburu itu agar pergi dari hati dan pikiranku dengan berpikiran positif terhadapnya. Tiba-tiba aku teringat oleh ucapannya "Aku dekat dengan perempuan bukan karena aku ingin memberikan sebuah harapan atau untuk menggodanya tetapi aku hanya berteman biasa dengannya". Semuanya percuma tetap saja aku tidak bisa melawan rasa cemburu itu bahkan rasa cemburu itu bertambah menjadi besar. Aku semakin panas melihatnya dengan wanita lain.
Dia mulai merasa ada yang berbeda denganku, ada yang aku sembunyikan. Dan pada saat itu juga dia bertanya ada apa dengan diriku. aku hanya terdiam, tidak bisa mengatakan satu kata pun. Dia terus mendesakku dengan pertanyaan yang sama. Akhirnya ku tuliskan sebuah surat sebagai luapan semua rasa kesalku kepadanya.
For My Dear
Lewat tulisan ini aku ingin berbicara kepadamu juga mencurahkan isi hatiku. Dulu aku tidak ada perasaan apa pun terhadapmu walaupun kita pernah satu kelas di kelas XI dan kita dipertemukan kembai di kelas yang sama yaitu kelas XII. Awalnya aku hanya kagum kepadamu dan kekagumanku berubah menjadi suka seiring dengan berjalannya waktu dan setelah tahu sifat dan pribadimu yang baik, santun dan tidak sombong.
Kemudian rasa suka ku meningkat menjadi sayang karena perhatian yang kau berikan kepadaku. Mungki benar kata pepatah "Cinta datang atau tumbuh karena keterbiasaan". Aku bahagia bisa mengenal dan menyanyangimu. Aku menyanyangimu dengan kelebihan dan kekuranganm, sebaliknya aku berharap kamu bisa menerima dan memelukku dengan segala kekuranganku.
Kehadiranmu di keluargaku disambut baik dengan kedua orangtuaku, walaupun aku belum tahu apakah aku juga akan mendapat sambutan yang baik pula dari kedua orang tuamu. Kamu sudah bisa mengambil hatiku dan orang tuaku dengan bantuanku untuk meyakinkan kedua orang tuaku bahwa kamu pantas untuk diterima i keluargaku. Bahkan aku tidak segan-segan memperkenalkanmu dengan kakek dan saudara-saudaraku. Apakah kamu juga akan melakukan hal yang sama sepertiku? Aku hanya perempuan biasa, jelek, gendut, hitam, kenapa kamu begitu berani pertaruhkan rasa cintamu hanya untuk seorang sepertiku?Apakah sudah kamu pikirkan betul-betul apa yang sudah kamu ucapkan kepadaku? Sebelum kita jauh melangkah perlu aku pertanyakan ini semua supaya tidak kecewa baik kamu maupun aku.
Aku wanita, punya rasa cemburu terhadapmu bilamana kamu dekat dengan wanita lai. Rasa cemburuku tumbuh karena aku mencintaimu. Coba kamu tanya kembali hatimu apakah sudah benar meletakkan rasa sayang kepadaku? Kalau kamu tidak yakin denganku dan kamu lebih yakin dengan wanita lain lebih baik kamu cabut semua perkataanmu kepadaku karena aku hanya ingin berjuang dengan orang yang mau aku perjuangkan.
Kalau kamu tidak yakin dengan isi hatimu terhadapku lebih baik kamu mundur dan silahkan kamu kejar wanita pilihanmu. Aku rela melepaskanmu walau sakit kurasa. Hatiku bukanlah sebuah game yang bisa kamu mainkan sesuka hatimu. Aku tidak ingin main-main dalam menjalin hubungan. Aku sadar siapa dirik sebenarnya, kamu yang begitu sempurna untukku. Tolong jawab semua pertanyaanku. Jika kamu hanya sekedar untuk membuatku panas dan cemburu kamu berhasil. Tetapi jika kamu mnecintainya jujurlah padaku dan tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu.
Tidak ku sangka dia membalas surrat dengan sebuah surat. Ku baca dengan perlahan-lahan surat darinya
Aku juga benar-benar mencintamu apa adanya, aku juga menyukaimu bukan ari kelebihanmu melainkan dari kekuranganmu. Apa maksudmu mengejar wanita lain? Aku hanya cinta dan sayang kepadamu, hanya kau lah seorang. "Kalu aku sudah cinta dan syang dengan satu orang aku akan terus perjuangkan dan aku akan terus bersamanya" kamu tidak perlu ragu akan cintaku padamu. Cinta ini benar-benar tulus bukan rekayasa belaka, aku juga akan menjagamu. Setiap ku ucapkan kata cinta dan sayang itu muncu dari lubuk hatiku yang paling dalam ta k ada sedikitpun aku berbohong. Kehadiranku disini, aku ingin terus bersamamu. Insyaallah dan pasti suatu hari nanti aku kan melamarmu ke jenjang pernikahan, Amin...Setelah ku baca perasaanku bercampur aduk. Aku merasa tenang, senang, bahkan aku terharu. Kau benar-benar anugrah terindah yang Tuhan berikan untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar